Apakah Indonesia Siap Menjadi Eco-Green Energy Country? - Kisah Mahasiswa Teknik Perminyakan

Breaking

Jumat, 25 Agustus 2017

Apakah Indonesia Siap Menjadi Eco-Green Energy Country?



Apakah Indonesia Siap Menjadi Eco-Green Energy Country?


Latar Belakang

Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, dari sumber energi fosil, hingga sumber energi baru terbarukan. Apa sih itu sumber energi fosil? Sumber energi fosil sendiri sering disebut dengan fossil fuels yaitu sebuah sumber energi yang berasal dari fosil baik tumbuhan ataupun hewan, yang sudah mati jutaan tahun lalu, kemudian bangkai mereka mengalami beberapa proses dan terkandung dalam bentuk sedimen, nah bagaimana proses pembentukan batuan sedimen sendiri? Ada 5 tahapan yang harus dilalui agar bisa menjadi batuan sedimen yang baik, yang pertama adalah fase pengendapan pada fase ini suatu material terendapkan di tanah, kemudian tanah tersebut mengalami erosi sehingga terkoyak dan terkubur makin dalam sehingga tekanan dan suhu meningkat, kemudian transportasi yang mana material tersebut ter transportasi dari lokasi 1 ke lokasi lain seperti contohnya kompaksi pasir pantai mereka berada di ujung pantai kemudian ter-transportasi oleh air laut sehingga terbawa ke tengah laut, kemudian mengalami deposisi yaitu pengkristalan atau kompaksi secara menyeluruh oleh material, kemudian terjadilah lithifikasi adalah fase dimana material sedimen tersebut terkompasi dan secara perlahan dan akhirnya menjadi batuan sedimen yang baik. Kita bisa menemukan fossil fuels di dalam source rock yang mana source rock adalah sebuah batuan sedimen yang mengandung hydrocarbon, yang mana hydrocarbon terbentuk dari fosil tersebut. Lalu sesuai judul di atas mengenai apakah Indonesia siap menjadi pelopor green energy? Sebelum kita membahas tentang hal tersebut secara mendetail mari kita bahas tentang green energy terlebih dahulu. Menurut Cahyono, M. Sigit[1] Secara garis besar Green Energy adalah sebuah energi yang di produksi dari alam atau bisa kita sebut dengan natural sources yang mana pastinya green energy ini adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui, contoh dari green energy adalah energi angin, geothermal, Biomassa, Biofuels, Biodiesel, dan lain lain, sumber-sumber dari green energy biasanya bisa digolongkan sebagai renewable energy.

Pembahasan

Di atas telah dijelaskan green energy secara garis besarnya dan beberapa contoh dari green energy, kemudian sekarang kita bahas green energy secara detail, green energy sumbernya berasal dari tumbuhan atau sesuatu hal yang berasal dari alam dan sumber energi ini bisa diperbarui dan yang paling penting adalah sumber energi ini tidak akan menghasilkan polutan, mencemari lingkungan, merusak ekosistem, dan sebagainya. Kemarin kita telah membahas mengenai batu bara dan geothermal dan kita telah mengetahui pemenangnya adalah geothermal karena memiliki dua kelebihan yaitu sources yang banyak dan sekaligus geothermal lebih ramah lingkungan ketimbang batu bara. Nah teman geothermal ini juga tergolong sebagai green energy karena geothermal memenuhi semua kriteria green energy seperti tidak menghasilkan polutan, tidak mencemari lingkungan ataupun tidak merusak ekosistem. Namun apakah ada sebuah renewable energy yang tidak masuk dalam kriteria green energy? Terdapat satu jenis energi baru dan terbarukan atau renewable energy yang tidak tergolong pada green energy, yaitu energi sampah. Mengapa demikian? Karena di satu sisi energi sampah ini sebenarnya sangat efsien dalam pengelolaan kemudian resources yang banyak namun energi ini tidak masuk dalam kriteria green energy karena adanya polusi yang dihasilkan, apa saja polusi yang dihasilkan oleh PLTSa akibat dari pembakaran sampah? Menurut Cahayahati, ACJP[2] dalam artikel berjudul “Polusi Pembakaran Sampah, Seberapa Bahaya?” di dalam artikel disebutkan macam-macam zat kimia yang dihasilkan ketika sedang melakukan pembakaran sampah yang mana zat kimia tersebut bersifat sebagai polutan yang mana akan merusak lingkungan dan bisa saja mencemari lingkungan, merusak ekosistem, dan membahayakan masyarakat nah apa saja zat kimia polutan yang muncul pada saat pembakaran sampah pada PLTSa? Yang pertama adalah CO2, Furan, Logam Berat, Dioksin (tidak terlalu banyak), Chlorin, Ammonia, Cadmium dan sebagainya. Kemudian sesuai dengan judul bahasan pada artikel kali ini, Apakah Indonesia Siap Menjadi Negara Green Energi? Jawabannya adalah nampaknya belum, menurut ESDM Dalam HEESI (Handbook Of Energy and Economic Statistic Of Indonesia 2016)[3] sumber energi utama di Indonesia masih dikuasai oleh sumber energi fosil yaitu Minyak Bumi dengan persentase sebesar 30.2% , Gas Alam dengan persentase sebesar 19.03%, dan Batu Bara dengan persentase sebesar 24.8% dengan total semua adalah 74.14%. Hal ini memang tidak bisa kita elak memang Indonesia adalah penghasil energi fosil yang besar dalam tiga tipe energi tersebut terutama batu bara yang sangat melimpah terlebih lagi sangat diminati oleh pasar internasional. Namun baru-baru ini Pemerintah sedang menggalakkan Diversifikasi Energi yang mana hal tersebut juga mendukung gerakan green energy di Indonesia. Dan sekarang Indonesia perlahan beralih ke energi baru dan terbarukan sebagai substituen energi fosil dengan terbuktinya pemasok energi yang berasal dari Energi baru terbarukan mulai meningkat. Apa saja pemasok energi terbesar dari sektor EBT? Yang pertama adalah biomassa, kemudian disusul oleh hydropower, lalu yang ketiga adalah geothermal. Lalu apa sih untungnya apabila Indonesia menjadi negara mandiri dengan Green Energy? Banyak keuntungan yang didapatkan contohnya seperti: 
  1. Indonesia menjadi negara percontohan mengenai green energy terhadap negara lain
  2. Meningkatkan kualitas energi yang lebih baik
  3. Mengurangi polusi terutama polusi karbon yang disebabkan oleh sumber energi fossil
  4. Menjadikan Indonesia negara yang Eco-Green Energy Country
  5. Mendapatkan beberapa penghargaan kancah Internasional
  6. Melestarikan ekosistem yang ada di Indonesia
  7. Masyarakat Indonesia menjadi lebih bijak dalam penggunaan energi
  8. Masyarakat Indonesia menjadi lebih tahan terhadap penyakit akibat polusi dan pencemaran karena tidak adanya polutan yang disebabkan oleh green energy
  9. Memanfaatkan sumber energi alam yang melimpah di Indonesia secara bijak, terstruktur, dan sistematis
dan masih banyak keuntungan-keuntungan lain.

Penutup

Jadi memang Indonesia sekarang ini belum siap menjadi negara Green Energy sepenuhnya, karena Indonesia masih mengandalkan energi fosil yang mana dibuktikan dengan persentase sebesar 74% penggunaan energi fosil dan 26% sisanya mengandalkan EBT atau Energi Baru dan Terbarukan, namun pada masa depan saat semua teknologi sudah ditemukan dan dikembangkan sehingga makin canggih dalam pengelolaan energi alam, maka Indonesia bisa saja menjadikan Green Energy sebagai pemasok utama energi di Indonesia dan Indonesia juga bisa mendapatkan gelar sebagai Eco-Green Energi Country suatu saat nanti. Dan harapannya apabila Indonesia berhasil menjadi sebagai Eco-Green energi country Indonesia kan semakin sejahtera dalam sektor energi. Salam energi!

Untuk kalian yang memiliki rasa keinginintahuan yang tinggi mengenai Sumber Energi dan Mineral di Indonesia. Kalian bisa cek post-post di https://www.esdm.go.id di web resmi kementerian ESDM kalian akan menemukan informasi menarik, tulisan ilmiah, dan berita terkini mengenai sumber energi dan mineral di Indonesia. Kuy cek esdm.go.id

Referensi

[1] Cahyono, M. Sigit. 2008. “Green Energi, Solusi Terbaik” : http://nasional.kompas.com/amp/read/2008/08/30/10520270/.Green.Energy.Solusi.Terbaik
Diakses Pada 25 Agustus 2017, Pukul 10.00 WIB

[2] Cahayahati, ACJP. 2013. “Polusi Pembakaran Sampah, Seberapa Bahaya?” : http://www.kompasiana.com/kritzel/polusi-pembakaran-sampah-seberapa-bahaya_552932ee6ea8349a088b457c
Diakses Pada 25 Agutus 2017, Pukul 13.45 WIB

[3] HEESI (Handbook Of Energy and Economic Statistic Of Indonesia). Jakarta. 2016. “Handbook Of Energi and Economic Statistic Of Indonesia”. ISSN 2528-3464. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

[4] Ilustrasi Cover : http://s3.amazonaws.com/digitaltrends-uploads-prod/2016/03/Wind-turbines.jpg
Diakses Pada 25 Agustus 2017, Pukul 17.03 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar